Top Banner Advertisement

HERBAL PENURUN TEKANAN DARAH


HERBAL PENURUN TEKANAN DARAH HERBAL ANTIHIPERTENSI

Hipertensi atau tekanan darah tinggi seringkali dianggap sepele, padahal seperti halnya penyakit jantung hipertensi adalah silent killer, diam-diam membunuh tanpa gejala yang nyata. Seandainya pun ada gejala biasanya baru timbul setelah mencapai tahap parah yang mengancam jiwa. Hal itu karena hipertensi dapat menimbulkan komplikasi yang fatal. Mematikan karena komplikasi akibat hipertensi menyebabkan gangguan pada mata, ginjal, jantung, dan otak. Kondisi darah tinggi terjadi ketika desakan darah terhadap pembuluh darah arteri cukup tinggi sehingga memungkinkan terjadinya gangguan kesehatan, misalnya penyakit jantung.

Tekanan darah ditentukan oleh jumlah darah yang dipompa oleh jantung dan tingkat hambatan saat darah mengalir dalam arteri. Semakin banyak jantung memompa darah dan semakin sempit arteri, semakin tinggi tekanan darah.Oleh karena itu salah satu kerja obat penurun tekanann darah adalah mencegah kalsium agar tidak mengendap di pembuluh darah, satu hal yang dapat mempersempit arteri sehingga menghambat aliran darh dan meningkatkan tekanan darah.

Tekanan darah dibagi menjadi empat kategori:

  • Tekanan darah Normal. Tekanan darah normal jika di bawah 120/80 mm Hg. Namun, sebagian dokter menyarankan tekanan darah 115/75 mm Hg adalah lebih baik Begitu tekanan darah naik di atas 115/75 mm Hg, maka meningkatlah risiko penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Pra hipertensi Pra hipertensi merupakan tekakan sistolik mulai dari 120 sampai 139 mm Hg atau tekanan diastolik mulai dari 80 to 89 mm Hg. Pra hipertensi cenderung semakin buruk seiring waktu berlalu.
  • Hipertensi tahap 1. Hipertensi tahap ! adalah tekanan histolik mulai dari 140 smapai dengan 159 mm Hg atau tekanan disatolik mulai dari 90 sampai dengan 99 mm Hg.
  • Hipertensi tahap 2. Hipertensi tahap dua merupakan hipertensi yang lebih parah, ukuran tekanan sistolik mulai dari 160 mm Hg atau lebih tinggi lagi atau tekanan diastolik 100 mm Hg atau lebih tinggi

Ada dua tipe tekanan darah tinggi, hipertensi esensial/primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi esensial belum diketahui penyebabnya, mencapai sekitr 90% dari seluruh penderita hipertensi dewasa. Sisanya sekitar 10-15 % termasuk ke dalam hipertensi sekunder. Penyebab hipertensi esensial/primer diduga dari pengaruh usia, semakin tua elastisitas pembuluh darah turun sehingga tekanan darah naik agar peredaran darah tetap lancar. Penyebab lain hipertensi esensial antara lain: faktor genetik, gender, kelainan pada sistem metabolisma, saraf pusat, kelenjar endokrin, gangguan jantung dan ginjal. Hipertensi sekunder muncul karena pengaruh eksternal, bisa timbul akibat kegemukan, dislipidemia, stress, kecanduan alkohol dan rokok, konsumsi garam berlebihan, peyalahgunaan obat seperti kokain dan amphetamin, gangguan ginjal atau kelainan pada sistem endokrin, tumor kelenjar adrenal, kelainan pada pembuluh darah sejak lahir, obat-obatan tertentu seperti pil KB, pil pereda rasa sakit, obat flu, obat pelega pernapasan saat flu.

Namun, jangan terlampau khawatir jika ada banyak tanaman obat atau herbal dan buah buahan yang mudah didapat dan dapat membantu Anda melakukan pengobatan sendiri untuk mengatasi hipertensi. Tanaman obat yang dipakai untuk mengobati hipertensi paling tidak harus memiliki sifat sebagai berikut. Diuretik : mendorong pengeluaran air seni agar jumlah air di plasma darah berkurang. Antiandregenik: menurunkan produksi, sekresi, dan menekan aktivitas andrenalin. Vasodilator : memperlancar peredaran darah sehingga suplai ke organ lancar. Berikut ini beberapa ramuan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Ramuan I

Rebus 200 gram kucai (allium odoratum) dalam 750 ml air hingga mendidih dan tersisa 250 ml. Ramuan diminun 3 kali sehari setelah makan, rutin selama 2 bulan untuk menurunkan tekanan darah. Khasiat antihipertensi ada pada kucai karena herbal ini punya kandungan tetrametilloksamida dan ester 17 etadekadesenil. Maka kucai efektif melancarkan darah dan menghindarkan pembekuan darah pada penderita hipertensi.

Ramuan II

Seledri (Apium graveolens) terbukti berhasil menurunkan tekanan darah tinggi karena aktivitasnya sebagai calcium antagonis yang berpengaruh pada tekanan darah. Senyawa aktif dalam seledri bekerja pada reseptor pembuluh darah sehingga memberi efek relaksasi. Efek relaksasi ini mengurangi ketegangan pembuluh darah yang terjadi pada pasien hipertensi pada saat tekanan darah naik. Cara membuat ramuan: Cuci bersih 20 batang daun seledri apium graveolens. Didihkan seledri dengan 500 ml air dalam panci hingga tersisa sekitar 375 ml. Angkat dari kompor dan dinginkan, minum 2 kali sehari bersama ampasnya.

Ramuan III

Campuran seledri dan bawang putih (alium sativum) juga dapat dijadikan ramuan untuk anti hipertensi. Bawang putih mengandung allicin dan aliin yang berkaitan dengan daya anti kolesterol. Bawang putih juga mengandung ajoene, zat anti penggumpal darah sehingga memperkuat khasiat bawang putih sebagai anti kolesterol semakin kuat. Takaran dan cara membuatnya sebagai berikut. Umbi bawang putih allium sativum 3 siung, Seledri Apium graveolens 3 tangkai. Kupas dan bersihkan bawang putih, cuci bersih seledri. Tambahkan 3 gelas air putih (750 ml). Didihkan sampai tersisa 1 gelas (250 ml). Angkat saring dan dinginkan. Minum setiap hari.

Ramuan IV

Seperti telah dibahas sebelumnya salah syarat tanaman obat sebagai antihipertensi adalah bersifat diuretik. Syarat ini dipenuhi oleh belimbing wuluh (averrhoa bilimbi). Kandungan sitrat dalam belimbing wuluh merangsang pengeluaran cairan tubuh yang asalnya diikat oleh garam. Apabila pengeluaran kemih lancar otomatis tekanan darah turun. Ramuan dari belimbing wuluh sebagai berikut.Tiga buah belimbing wuluh Averrhoa bilimbi dicuci bersih, dipotong-potong, rebus dalam 750 ml air (tiga gelas) hingga tersisa 250 ml (satu gelas). Angkat, dinginkan, lalu saring. Minum setiap pagi setelah makan.

Ada tanaman lain yang diduga mampu menurunkan tekanan darah, yakni Bunga Kenop Gomphrena globosa. Penelitian menunjukkan ekstrak daun bunga kenop ini mempunyai efek hipotensif dengan jalan menurunkan tekanan darah tanpa memengaruhi pola irama detak jantung.Penelitian juga membutktikan bunga kenop mempunyai kadar toksisitas rendah. Namun, belum ada ramuan dengan takaran tertentu untuk memanfaatkan sifat antihipertensi dari tanaman ini.

Selain ramuan tersebut jus buah juga dapat membantu menurunkan tekanan darah seperti yang telah dibuktikan oleh sebuah riset di rumah sakit jawa barat. Riset yang dilakukan oleh Elis Mariani dan Muflihah Isnawati menunjukkan konsumsi jus buah-buahan ternyata menurunkan tekanan darah tinggi. Riset diadakan di RSUD Cibabat Cimahi dan RSUD Soreang kabupaten dan melibatkan responden 26 pria dan 21 wanita usia antara 20-60 tahun. Responden diberi konsumi jus buah selama 5 hari. Para responden dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok pertama mengkonsumsi jus buah pepaya, kelompok kedua diberi jus melon, sedangkan kelompok ketiga diberi jus semangka. Hasilnya tekanan darah mereka turun, penurunan terbesar dialami oleh kelompok yang mengkonsumsi buah semangka

Riset lain terkait hipertensi pernah dilakukan di Cina. Riset ini khusu dilakukan untuk meneliri hipertensi pada saat kehamilan. Sebanyak 0,75 gram ekstrak kelembak (Rheum officinale) setiap hari diberikan kepada 265 orang responden wanita Cina yang berisiko pregnancy-induced hypertensi (PIH) selama 9-10 minggu. Hasilnya risiko PIH menurun secara signifikan ( 5,7% versus 20,8 % pada kontrol).

Penelitian lain membuktikan bahwa hipertensi adalah faktor dominan penyebab stroke dibanding dengan kadar kolesterol dalam darah. Maka sebaiknya Anda waspada dengan tekanan darah Anda. Anda dapat mengukur tekanan darah dan menilai apakh tekanan darah normal, pra hipertensi, hipertensi tahap satu atau hipertensi tahap dua. Jika tekanan darah Anda termasuk tinggi silakan pilih ramuan mana yang cocok untuk Anda. Hindari garam berlebihan pada makanan dan olah raga yang teratur dapat menghindarkan hipertensi. Selain melancarkan pencernaan jus buah juga dapat menghindarkan hipertensi. Selamat mencoba!    

TIPS: Pilih tanaman organik untuk membuat ramuan antihipertensi. Hal ini untuk menghindarkan sayuran tercemar pestisida yang berbahaya bagi kesehatan Anda.

Sumber:

Herbal Indonesia volume 10 dan 11. Trubus.

Mayo Clinic.

  • Judul : HERBAL PENURUN TEKANAN DARAH
  • Di tulis oleh :
  • Tanggal : 29 April 2015
  • Kategori : Herb and Health
  • Tags : herbal untuk hipertensi, herbl antiherstensi, seledri, bawang putih, belimbing wuluh, kucai


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 Komentar :

Tambah Komentar





Top