Top Banner Advertisement

MANFAAT DETOKSIFIKASI UNTUK TURUN BERAT BADAN DAN KESEHATAN PENCERNAAN


MANFAAT DETOKSIFIKASI

Saya terkejut ketika melakukan pencarian lewat google dan mendapati ada satu artikel yang menyatakan ada ilmuwan yang berpendapat bahwa detoksifikasi hanya “membuang-buang waktu dan uang saja” karena tidak ada bukti ilmiah tentang manfaat detoksifikasi. Tentu saja saya berpendapat lain, karena pengalaman pribadi membuktikan sebaliknya. Suatu kali suami saya mengalami ganguan pencernaan yang parah, seperti sembelit. Perut kembung dan tidak bisa buang air besar. Ketika itu ia baru menjalani pelatihan selama dua harii di luar kota, di hotel berbintang dengsn makanan enak berkelas dan sangat berkualitas. jadi agak membingungkan mencari penyebab gangguan pencernaan tersebut.  Setelah tiga hari mengalami siksaan ganguan pencernaan, ia pun ke dokter. Suami saya mengira gangguan tersebut akibat bakteri yang masuk bersama makanan yang dikonsumsinya. Saya pikir perkiraan tersebut sangat meragukan.Sayang sekali, obat yang diberikan dokter tidak memberikan hasil yang berarti. Rasa tidak enak di perut memang berkurang, tetapi tetap saja suami tidak bisa BAB sampai tuntas.

Minggu berikutnya gangguan pencernaan tersebut semakin parah saja. Penyebabnya kemungkinan besar kue tart yang dikonsumsi dalam jumlah banyak. Ya, kebetulan putri kami ulang tahun, kue ulang tahunnya memang sungguh menggoda. Kali ini suami saya berobat ke dokter penyakit dalam. Sesuai dugaan saya dokter memberi diagnosa gangguan perut tersebut kemungkinan akibat konsumsi lemak tinggi. Walaupun diagnosanya tepat, tetap saja obatnya tidak memberi kesembuhan. Akhirnya, saya “memaksa” suami untuk melakukan detoksifikasi. Cara detoksifikasi dilakukan dengan mengonsumsi jus buah dua jam sekali. Syukurlah cara ini mujarab sekali, setengah hari setelah menjalani detoksifikasi ia buang air besar dengan lancar. Rasa tidak enak di perut langsung hilang, suami saya pun bugar kembali.

Ada berbagai macam definisi dan cara detoksifikasi. Namun, pada dasarnya detoksifikasi adalah membersihkan tubuh dari berbagai racun. Detoksifikasi merupakan perawatan dan konsep yang semakin luas digunakan sebagai pengobatan alternatif. Secara alami organ dalam tubuh seperti hati, ginjal, usus halus, paru-paru, limpa dan kulit menghilangkan racun yang menganggu. Namun, ketika sistem tidak bekerja sesuai standar, kotoran tidak disaring dengan semestinya dan setiap sel dalam tubuh terkena dampak yang tidak diinginkan

Racun  dengan berbagai caradapat menggunakan dampaknya yang menghancurkan kesehatan. Sebagian racun bertindak sebagai mutagen atau karsigonen (menyebabkan kerusakan DNA atau mutasi yang mengakibatkan kanker . Sebgagian racun lain dapat menganggu jalan metabolik tertentu (mengakibatkan kerusakan fungsi sistem biologis tertentu misalnya, sistem saraf , hati, atau ginjal. Diet dan prosedur Detoksifikasi ("detox") diduga membersihkan tubuh dari bahan kimia dan racun, bagi sebagian orang merupakan cara untuk menurunkan berat badan.

Program detoksifikasi dapat membantu cara pembersihan alami tubuh dengan cara 

  1. 2. Memberi rangsangan pada hati agar mendorong racun keluar dari tubuh; 3. Meningkatkan pengeluaran racun melalui usus kecil, ginjal dan kulit; 4. Memperbaiki sirkulasi darah; dan 5. Mengembalikan energi tubuh dengan makanan sehat

“Detoksifikasi berhasil karena cara ini mengatasi kebutuhan setiap sel, unit terkecil dalam kehiupan manusia” demikian kata Peter Bennett, N.D., penulis 7-Day Detox Miracle bersama Stephen Barrie, N.D., and Sara Faye.

Ada banyak program dan resep detoksifikasi, bergantung pada kebutuhan setiap orang. Banyak program yang menjadwalkan detoksifikasi selama 7 hari karena menurut Peter Bennett " Tubuh membutuhkan waktu tujuh hari untuk membersihkan darah." Namun, bagi pemula tujuh hari detoksifikasi bisa jadi terlalu berat, Andang Gunawan dalam bukunya menyarankan 2 atau 3 hari. Meskipun begitu, Andang pun menjelaskan proses puasa baru dimulai setelah hari ke-2 atau ke-3, saat ini tubuh mulai mencerna sel-sel dan jaringan yang berlebihan, rusak, usang, berpenyakit, atau sudah mati. Detoksifikasi hanya bermanfaat jika dilakukan dengan benar, yaitu sesuai dengan tata tertibnya dan dilakukan secara berkala.

Contoh program detoksifikasi adalah Simple Fruit and Veggie Detox, Smoothie cleanse, Juice Cleanse, Sugar Detox Hypoallergenic Detox. Saya sendiri menjalankan detoksifikasi dengan jus buah, yakni mengonsumsi hanya jus buah dua jam sekali satu gelas jus selama 2 hari penuh. Setelah dua hari detoksifikasi, hari ke tiga mulai menyantap makanan lain selain jus. Adapun jadwalnya mengikuti saran dari Andang Gunawan, yakni bangun tidur minum air putih + perasan jeruk nipis. Jam 6: jus melon. Jam 8: Jus pepaya campur jeruk nipis, jam 10: jus apel, jam 12 jus woretl jam 14 jus semangka jam 16 jus mentimun + brokoli. Jam 18 jus nenas jam 20 ; jus mentimun +bit. Cara ini sangat sederhana sehingga mudah mengikutinya. Satu hal yang harus Anda ingat sering sering minum air putih di sela minum jus. Anda juga disarankan untuk menghindari aktivitas yang menguras energi.

Terlepas dari pro dan kontra, berdasarkan pengalaman detoksifikasi ini ternyata bermanfaat besar. Selain memperlancar proses pencernaan, bagi saya detoksifikasi ini membuat tubuh bugar. Setelah detoksifikasi selanjutnya saya memulai program food combaining. Disertai olah raga ringan, yakni senam pengencangan dan jalan kaki, ternyata detoksifikasi dan food combaining sangat efektif menurunkan berat badan dan membuat tubuh bugar. Setelah berkala mengikuti program ini saya terbebas dari sakit kepala yang menusuk selama haid. Jadi, biarpun Anda sudah terbiasa menjalani detoksifikasi dengan berpuasa secara agama,ada baiknya mencoba menjalani detoksifikasi demi kesehatan.

Detoksifikasi sangat disarankan bagi orang yang sedang mengalami asidosis. Asidosis adalah kondisi saat keasaman tubuh tinggi sehingga mudah terkena penyakit. Gejala asisdosis: Sering sakit kepala. Asma sinusitis, mudah alergi, batuk dan flu. Sering sakit maag, kembung atau sembelit. Jerawat, bisul, kulit kusam, eksim, dan penyakit kulit lain. keputihan. Nafas dan keringat bau. Sering nyeri otot dan persendian. Lesu kronis. Kelebihan berat badan. Bagi pemula detoksifikasi sering menimbulkan efek samping yang bersifat sementara. Efek sampin tersebut diantaranya : Sakit kepala, mual kembung, sembelit, atau sering buang air besar. Pilek, flu atau demam ringan, nyeri otot pada persendian, gangguan kulit, gangguan emosi, kedinginan, perubahan warna air seni, napas bau. Namun, gejala ini tidak selalu terjadi. Agar efek sampingan ini tidak terjadi sebaiknya: Tidak melakukan aktifitas yang menguras energi, hindari terik matahari, tidak bepergian keluar rumah, saat gejala terjadi segera berbaring atau tidur di tempat sejuk, minum air putih atau jus segar sebanyak banyaknya. Selamat mencoba! 

Referensi:

Andang Gunawan, 2001 Food Combaining Kombinasi Makanan Serasi Pola makan untuk Langsing & Sehat. Gramedia, Jakarta.

  • Judul : MANFAAT DETOKSIFIKASI UNTUK TURUN BERAT BADAN DAN KESEHATAN PENCERNAAN
  • Di tulis oleh :
  • Tanggal : 03 Mei 2015
  • Kategori : Ragam
  • Tags : DETOKSIFIKASI, TURUN BERAT BADAN, MANFAAT DETOKSIFIKASI, MENGATASI GANGGUAN PENCERNAAN, ASIDOSIS


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments

0 Komentar :

Tambah Komentar





Top