BAHAN ALAMI OBAT DEMAM BERDARAH


BAHAN ALAMI POTENSIAL OBAT DEMAM BERDARAH

Kini telah tersedia vaksin untuk pencegahan virus dengue, namanya vakin Dengvaxia. Adanya waksini ini diumumkan oleh WHO tanggal 15 April 2016. Dengvaxia adalah hasil kerja keras Sanofi Pasteur yang telah melakukan penelitian selama 20 tahun untuk membuat vaksin ini. BPOM memberi persetujuan dan ijin edar pada bulan September 2016 untuk vaksin dengue tetravalen merek Dengvaxia, maka Oktober 2016 Dengvaxia mulai beredar di Indonesia. Sebelumnya Dengvaxia telah lebih dulu beredar di negara Mexico, Filipina . El savador, dan Brazil. Vaksin ini ditujukan untuk manusia berusia 9-45 tahun dengan semua subtipe virus yang ada. Perlu dilakukan penelitian lanjutan agar virus bisa efektif digunakan semua usia.ah  Jenis virus di Indonesia berbeda dengan di Meksiko. Golongan virus di Indonesia lebih banyak, yaitu den 1, den 2, den 3 dan den 4. Oleh karena itu, Kemenkes tetap menargetkan pengembangan virus DBD.

Akan tetapi, berita terakhir dari Kompas tanggal 5 januari 2018 menyatakan Filipina tengah menyelidiki kemtian 14 orang anak terkait virus Dengvaxia. Belum ada bukti langsung yang memastikan vaksin sebagai penyebab kematian. Mulai Desember 2017 Pemerintah Filipina menghentikan distribusi vaksin ini dan menuntut pertanggungjawaban Sanofi produsen vaksin yang berpusat di Perancis.

 

Maka Demam berdarah (DBD) atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) masih merupakan penyakit yang ditakuti karena berakibat fatal dengan angka kematian tinggi. Tahun 2004 tercatat angka kematian 91 jiwa dalam 20.643 kasus yang ada di Prov. DKI Jakarta. Itu bukan angka sedikit. Ditinjau dari segi pengeluaran biaya, DBD pun menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Kini, WHO memperkirakan kejadian DBD per tahun secara global mendekati 390 juta, tiga kali lipat lebih banyak dari kasus yang terjadi di tahun 2009. Kerugian lain berupa biaya. Biaya yang timbul bisa berupa kehilangan pendapatan dan melemahnya produktifitas sampai ke pengeluaran langsung untuk perawatan dan pengobatan. Di Western Hemisphere diperkirakan biaya yang keluar akibat penyakit ini mencapai U$ 2,1 miliar per tahun. Maka, pencarian terhadap obat demam berdarah pun terus dilakukan. Sampai saat ini belum ada vaksin atau antiviral bagi manusia yang telah terbukti secara klinis, meskipun sudah banyak upaya untuk mendapatkannya.

Apa yang dialami penderita demam berdarah sehingga nyawanya terancam? Ada tiga hal yang terjadi pada saat virus dengue menginfeksi tubuh lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pertama, aktivitasi kompleks antigen virus antibodi yang mengakibatkan peningkatan sistem komplemen. Kedua, kebocoran plasma yang disebabkan hipovelemi yang terjadi akibat peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah. Ketiga, timbul agregasi trombosit karena adanya kompleks imun antibodi-virus sehingga terjadi gangguan fungsi trombosit, trombositopeni, dan koalgulopati. Tiga hal tersebut menyebabkan penderita demam berdarah mengalami dua perubahan, yakni peningkatan permeabilitas vaskular dan gangguan hemostatis. Syok kematian terjadi karena kebocoran plasma yang ditimbulkan oleh peningkatan permeabilitas vaskular. Maka, kematian harus dicegah dengan cara menekan aktivitas komplemen agar permeabilitas vaskular kembali normal.

Gejala apa yang tampak sehingga seseorang dapat dipastikan menderita demam berdarah? Ada lima tanda demam berdarah : 1. Demam tinggi ≥ 380C mendadak tanpa sebab jelas berlangsung terus selama 2-7 hari. 2. Manifestasi pendarahan: petekie, purpura, pendarahan konjutiva, epitaksis, ekimosis, hematemesis, melena, hematuri termasuk uji Tourniquet (Rumple Leede) positif. Uji torniquet positif adalah terdapat 10 atau lebih petekie pada kulit seluas 1 inci persegi di lengan bawah bagian depan (volar) dekat lipat siku (fossa cubiti) 3. Trombositopeni (Jumlah hematokrit 100.000/1. 4. Hemokonsentrasi (hematokrit 20%). 5. Disertai dengan atau tanpa pembesaran hati (hematomegali). Itulah yang terjadi apabila sesorang terinfeksi virus dengue. Virus dengue yang berukuran 50 nm ini ada empat tipe, DENV 1, 2, 3, 4. Semuanya disebarkan oleh Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang hidup di banyak pelosok Indonesia kecuali di tempat dengan ketinggian lebih dari 1000 meter dari permukaaan laut.

Penyebab utama DBD, trombostopenia, gangguan fungsi trombosit, belum ada obatnya. Riset dan penelitian terus dilakukan untuk menemukan obat yang efektif untuk demam berdarah. Puluhan tahun terakhir penelitian ditujukan pada sumber alam, mencoba mengidentifikasi bahan alam yang dapat digunakan sebagai antiviral dengue. Terdapat kemungkinan besar suatu saat nanti ditemukan bahan alami yang efektif menumpas virus demam berdarah tetapi berkadar toksin yang rendah terhadap manusia. Bahan alam yang sudah diteliti dan terbukti berkhasiat di antaranya daun jambu biji dan daun pepaya. Jadi, bahan alami adalah salah satu pilihan tepat untuk menolong penderita demam berdarah. Sementara itu, menurut badan kesehatan dunia, World Health Organization WHO, 80% populasi di sebagian negara Asia dan Afrika bergantung pada pengobatan tradisional sebagai perawatan kesehatan mereka karena keterbatan ekonomi dan geografi. Pemakaian bahan alami tak ada salahnya karena penelitian membuktikan banyak obat berbahan alami mujarab dengan toksisitas rendah.

Terapi utama pada DBD adalah penggantian cairan untuk mencegah terjadinya syok. Penggantian cairan bisa dari berbagai sumber misalnya, air susu, air kelapa, jus buah dan sebagainya. Sudah sejak lama jus jambu merah dianggap dapat menolong penderita demam berdarah untuk sembuh. Ternyata penelitian membuktikan daun jambu biji (Psidium guajava) malah lebih berkhasiat sebagai anti- DBD dibanding dengan buahnya. Sebab, dalam selembar daun jambu biji terkandung quercentin yang setara dengan kadar quercentin dalam satu kilo buahnya. Quercentin inilah yang berperan penting dalam memerangi virus demam berdarah. Penelitian quercentin dilakukan Prof. Dr Soegeng Soegijanto SpA (K) dan Harjono Achmad dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.  

Penelitian lain dilakukan oleh Zandi dan rekan. Ada empat jenis Flavonoid yang dijadikan obyek penelitian. Empat jenis Flavonoid tersebut adalah quercentin, naringenin, daidzein dan nesperentin. Hasil penelitian menunjukkan hanya quercentinlah menunjukkan aktivitas menghambat yang signifikan terhadap infeksi DENV-2, virus dengue tipe dua. Masih belum diketahui bagaimana quercentin menggunakan kekuatan antiviralnya. Namun, diyakini bahwa aktivitas antiviral dengue DENV-2 dari flavonoid quercentin serupa atau mirip dengan yang ditunjukkan oleh senyawa flavonoid lainnya, yakni menyerang enzim yang mengkatalisasi reaksi polimerisasi RNA virus dengue sehingga mencegah pembentukannya.

Dengan demikian, disimpulkan bahwa daun jambu biji dapat dimanfaatkan untuk menolong penderita demam berdarah. Daun yang paling baik digunakan adalah yang tidak terlalu tua tetapi juga tidak muda karena daun berusia sedang paling banyak kandungan flavonoidnya. Caranya: Pilih dan petik daun jambu biji, Psidium Guava sebanyak 5 lembar. Rebus daun tersebut dalam 3 gelas air (750 ml). Rebus daun sampai airnya tersisa 1 gelas (250 ml). Minum air rebusan daun jambu biji ini sebanyak satu kali x 250 ml sehari selama 3-4 hari.

Demikianlah artikel yang membahas bagaimana dan kenapa demam berdarah harus diperangi serta cara mengatasinya dengan memanfaatkan bahan alami. Bahan alami lain yang juga berkhasiat dalam menolong pasien demam berdarah adalah daun pepaya. Pembahasan mengenai peran daun pepaya dalam mengatasi demam berdarah akan dipaparkan dalam artikel berikutnya. Semoga bermanfaat.

Kata kunci: Demam Berdarah, DBD, Dengue Hemorrhagic Fever, DHF, Virus dengue, Quercentin, Flavonoid, Psidium guava, Aedes Aegypti, Aedes Albopictus.

Referensi

Herbal Indonesia Berkhasiat Bukti Ilmiah dan Cara Racik. Vol 10. Trubus

100 Plus Herbal Indonesia Buktii Ilmia Dan Racikan.Vol 11. Trubus.

www.mdpi.com/1420-3049/19/6/8151/htm

www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22201648

 

 

  • Judul : BAHAN ALAMI OBAT DEMAM BERDARAH
  • Di tulis oleh :
  • Tanggal : 19 November 2015
  • Kategori : HERB AND HEALTH
  • Tags : dengue hemorrhagic Fever, DHF, Demam Berdarahs , DBD, Virus dengue, Quercentin, Flavonoid, Psidium guava, Aede aegepti, Aedes albopictus, Vaksin DBD belum terbukti efektif, Sanofi, Dengvaxia, Jenis Virus DBD


Top